Selasa, 31 Mei 2011

Hantu Obesitas Vs Obat Pelangsing

Manakala berat badan mencapai "siaga satu" terhadap kegemukan , maka obat pelangsing kerap menjadi alternatif yang dianggap ampuh. Padahal mengkonsumsi obat pelangsing secara sembarangan justru dapat menimbulkan efek samping yang membahayakan kesehatan

Dalam dunia kedokteran ada beberapa macam obat pelangsing yang memiliki sifat dan cara kerja bermacam-macam. Ada yang menekan nafsu makan, mempercepat rasa kenyang, meningkatkan absorpsi lemak dan bulk filler ( pengganjal perut). Penggunaan obat pelangsing tentu saja tidak dilarang tetapi harus mengikuti pengarahan dan petunjuk dokter . Tetapi sebelum memutuskan menggunakan obat pelangsing perlu diketahui bahwa obat pelangsing tidak akan pernak bisa menurunkan berat badan apabila tidak diikuti dengan pola makan yang benar dan olahraga rutin

- Salah Kaprah Dengan Obat Pelangsing
Hati - hati menggunakan Obat Pencahar, Obat Diuretik, Obat Digitalis, dan sebagainya sebagai obat pelangsing karena obat-obatan tersebut bukan mengambil lemak dari dalam tubuh melainkan mengambil cairan tubuh .

Berikut identifikasi dan cara kerja obat-obatan tersebut :

1. Obat Pencahar

Obat yang bersifat laksatif atau menguras perut ini sering digunakan untuk menurunkan berat badan.Padahal ,jika digunakan tidak tepat akan berbahaya karena dapat mengakibatkan infeksi pencernaan hingga dehidrasi

2. Obat Diuretik
Obat ini menimbulkan keinginan seseorang untuk selalu berkemih.Memang berat badan akan turun sesuai keinginan tetapi cairan tubuh yang keluar berlebih.Dampaknya tidak hanya dehidrasi tetapi elektrolit tubuh juga akan hilang sehingga menyebakan kerja ginjal dan jantung terganggu

3. Obat Digitalis
Ini sebetulnya obat jantung, memang bisa menurunkan berat badan tetapi lama kelamaan pemakai bisa menderita anoreksia

4. Obat Antispasmodik
Obat ini dapat membuat perut kembung seakan kenyang dan malas makan , tubuh akan menjadi lemas dan tidak berenergi sehingga membuat malas beraktivitas

- Dampak Jangka Panjang
Sebagian besar obat pelangsing dapat menimbulkan dampak negatif seperti : gangguan emosi, hiperaktivitas, sulit tidur, perut kembung dan perih, keletihan terus menerus, depresi, ketagihan, mual, muntah, dan tubuh gemetar.Ada juga yang menggangu kesuburan dan sikulasi menstruasi .

Penggunaan obat pelangsing yang bersifat pencahan atau laksatif dapat menyebabkan usus bereaksi lebih aktif menyerap makanan, sehingga membuat makanan yang dikonsumsi cepat dibuang sebelum diserap. Akibatnya bila konsumsi obat dihentikan maka tubuh akan semakin gemuk karena usus jadi lebih efisien dalam menyerap makanan.

Obat yang bersifat diuretik mengakbatkan tubuh mengalami kekurangan cairan.Bila kondisi seperti ini berlangsung lama akan menyebabkan gangguan ginjal Obat-obatan yang bersifat memacu pembakaran kalori juga dapat merangsang jantung .Detak jantung terpacu cepat sehingga menimbulkan gangguan pada jantung .





Hantu Obesitas Vs Obat Pelangsing

Manakala berat badan mencapai "siaga satu" terhadap kegemukan , maka obat pelangsing kerap menjadi alternatif yang dianggap ampuh. Padahal mengkonsumsi obat pelangsing secara sembarangan justru dapat menimbulkan efek samping yang membahayakan kesehatan

Dalam dunia kedokteran ada beberapa macam obat pelangsing yang memiliki sifat dan cara kerja bermacam-macam. Ada yang menekan nafsu makan, mempercepat rasa kenyang, meningkatkan absorpsi lemak dan bulk filler ( pengganjal perut). Penggunaan obat pelangsing tentu saja tidak dilarang tetapi harus mengikuti pengarahan dan petunjuk dokter . Tetapi sebelum memutuskan menggunakan obat pelangsing perlu diketahui bahwa obat pelangsing tidak akan pernak bisa menurunkan berat badan apabila tidak diikuti dengan pola makan yang benar dan olahraga rutin

- Salah Kaprah Dengan Obat Pelangsing
Hati - hati menggunakan Obat Pencahar, Obat Diuretik, Obat Digitalis, dan sebagainya sebagai obat pelangsing karena obat-obatan tersebut bukan mengambil lemak dari dalam tubuh melainkan mengambil cairan tubuh .

Berikut identifikasi dan cara kerja obat-obatan tersebut :

1. Obat Pencahar

Obat yang bersifat laksatif atau menguras perut ini sering digunakan untuk menurunkan berat badan.Padahal ,jika digunakan tidak tepat akan berbahaya karena dapat mengakibatkan infeksi pencernaan hingga dehidrasi

2. Obat Diuretik
Obat ini menimbulkan keinginan seseorang untuk selalu berkemih.Memang berat badan akan turun sesuai keinginan tetapi cairan tubuh yang keluar berlebih.Dampaknya tidak hanya dehidrasi tetapi elektrolit tubuh juga akan hilang sehingga menyebakan kerja ginjal dan jantung terganggu

3. Obat Digitalis
Ini sebetulnya obat jantung, memang bisa menurunkan berat badan tetapi lama kelamaan pemakai bisa menderita anoreksia

4. Obat Antispasmodik
Obat ini dapat membuat perut kembung seakan kenyang dan malas makan , tubuh akan menjadi lemas dan tidak berenergi sehingga membuat malas beraktivitas

- Dampak Jangka Panjang
Sebagian besar obat pelangsing dapat menimbulkan dampak negatif seperti : gangguan emosi, hiperaktivitas, sulit tidur, perut kembung dan perih, keletihan terus menerus, depresi, ketagihan, mual, muntah, dan tubuh gemetar.Ada juga yang menggangu kesuburan dan sikulasi menstruasi .

Penggunaan obat pelangsing yang bersifat pencahan atau laksatif dapat menyebabkan usus bereaksi lebih aktif menyerap makanan, sehingga membuat makanan yang dikonsumsi cepat dibuang sebelum diserap. Akibatnya bila konsumsi obat dihentikan maka tubuh akan semakin gemuk karena usus jadi lebih efisien dalam menyerap makanan.

Obat yang bersifat diuretik mengakbatkan tubuh mengalami kekurangan cairan.Bila kondisi seperti ini berlangsung lama akan menyebabkan gangguan ginjal Obat-obatan yang bersifat memacu pembakaran kalori juga dapat merangsang jantung .Detak jantung terpacu cepat sehingga menimbulkan gangguan pada jantung .





Hobi Buah dan Sayur, Trombosit Subur


“Lalu Kami tumbuhkan biji-bijian padanya, anggur dan sayur-sayuran, zaitun dan kurma, kebun-kebun yang lebat. Buah-buahan dan rumput, untuk kepentingan kamu dan binatang ternakmu.” – Q.S. Abasa [80]: 27-32

Manusia pada dasarnya memiliki kebutuhan untuk menyantap buah dan sayur. Al-Qur’an sendiri dengan sangat jelas menganjurkan agar manusia makan buah dan sayur-mayur. Dari sudut gizi, sayuran merupakan sumber vitamin, mineral, dan beberapa unsur nutien seperti protein, lemak, serta karbohidrat walaupun dalam jumlah yang sedikit. Seseorang yang mengabaikan makan atau bahkan anti mengkonsumsi buah-buahan dan sayur-mayur akan menghadapi masalah besar dalam hidupnya. Tubuhnya kelak akan menjadi ‘surga’ bagi berbagai macam penyakit, dan apabila terserang infeksi maka akan lebih sulit untuk bertahan dan memulihkan diri.

Beberapa komponen dalam buah dan sayur bermanfaat untuk menjaga lingkungan dalam darah agar tidak mudah rusak. Selain itu buah dan sayur berguna untuk mencegah perdarahan hebat akibat terjadinya serangan infeksi maupun aktivitas obat sintetis yang dipergunakan dalam jangka panjang. Seperti diketahui, penggunaan antibiotik dalam jangka panjang dapat merusak ‘suasana baik’ dalam usus sehingga tubuh dapat kekurangan vitamin K. Antibiotik yang masuk ke dalam usus dapat membunuh bakteri baik dalam lingkungan flora usus dan akhirnya dapat menyebabkan tubuh kekurangan vitamin K. Efek selanjutnya adalah tubuh akan kekurangan atau memiliki trombosit yang abnormal (trombositopenia).

Selain itu apabila jumlah personel trombosit cenderung di bawah yang dibutuhkan, maka ketika terjadi sabotase aktivitas produksi prostaglandin di KOKS oleh obat pereda demam dari golongan yang mirip asam asetil salisilat (aspirin), parasetamol, dan sebagainya, kehancuran bataliyon trombosit akan semakin sulit dielakkan. Oleh karena itu suplai nutrisi dari buah dan sayur sangat berguna mencegah porak-porandanya bataliyon pasukan trombosit karena kondisi yang merugikan, sehingga trombositopenia bisa dihindari. Disamping itu buah dan sayur mengandung serat yang berperan dalam membuat ‘suasana nyaman’ bagi flora usus dan fungsi pencernaan. Gangguan pada saluran cerna pada anak-anak dapat menjadi pemicu mual dan muntah pada saat batuk, kelainan kulit, sehingga kulit timbul bercak merah seperti bekas digigit nyamuk.

Di antara komponen buah dan sayur yang berfungsi untuk melancarkan produksi trombosit adalah Vitamin K. Apabila tubuh kekurangan vitamin K maka akan menyebabkan kesulitan dalam proses pembekuan darah. Vitamin K atau vitamin anti perdarahan merupakan elemen terpenting dari enzim karboksilase yang dengan melalui beberapa reaksi kimiawi akhirnya mampu mengikat ion kalsium untuk proses pembekuan darah. Vitamin K pada sayur mayur terdapat pada daun-daunan, buncis, kacang polong, brokoli dan kol. Semakin hijau warna sayur-mayur maka semakin tinggi kadar vitamin K di dalamnya.

Sementara vitamin C dalam buah dan sayur diperlukan juga sebagai ko-faktor yang mengandung mineral Cu (Tembaga) yang membentuk neurotransmitter yaitu pengantar rangsangan saraf dan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi. Selain itu vitamin C berperan dalam menjaga keutuhan pembuluh darah hingga kapiler. Sayur dan buah yang berwarna hijau tua, kuning dan oranye, seperti cabe, tomat, paprika, kurma, jambu biji, jeruk, mangga, nanas, pisang, papaya dan sebagainya banyak mengandung vitamin C. Sedangkan Vitamin A yang terdapat dalam buah dan sayur bersifat meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh. Hal ini diperkuat dengan peran beta karoten bersama vitamin C dan E sebagai antioksidan akan berpengaruh juga terhadap pencegahan kanker.

Sayuran seperti bayam, daun pepaya, selada dan sebagainya mengandung cukup banyak kalsium yang berguna dalam membantu pembentukan trombosit. Komposisi dalam buah dan sayur yang berguna bagi tubuh akan bekerja saling melengkapi. Apabila perdarahan dapat dicegah melalui aktivitas vitamin C dalam tubuh akhirnya akan mencegah pengorbanan yang berlebihan dari pasukan trombosit untuk mencegah kebocoran akibat rusaknya pembuluh darah. Oleh karena itu konsumsi buah dan sayur membuahkan manfaat yang kompleks bagi sistem pertahanan tubuh dimana akhirnya akan menyebabkan jumlah trombosit menjadi subur.






Hobi Buah dan Sayur, Trombosit Subur


“Lalu Kami tumbuhkan biji-bijian padanya, anggur dan sayur-sayuran, zaitun dan kurma, kebun-kebun yang lebat. Buah-buahan dan rumput, untuk kepentingan kamu dan binatang ternakmu.” – Q.S. Abasa [80]: 27-32

Manusia pada dasarnya memiliki kebutuhan untuk menyantap buah dan sayur. Al-Qur’an sendiri dengan sangat jelas menganjurkan agar manusia makan buah dan sayur-mayur. Dari sudut gizi, sayuran merupakan sumber vitamin, mineral, dan beberapa unsur nutien seperti protein, lemak, serta karbohidrat walaupun dalam jumlah yang sedikit. Seseorang yang mengabaikan makan atau bahkan anti mengkonsumsi buah-buahan dan sayur-mayur akan menghadapi masalah besar dalam hidupnya. Tubuhnya kelak akan menjadi ‘surga’ bagi berbagai macam penyakit, dan apabila terserang infeksi maka akan lebih sulit untuk bertahan dan memulihkan diri.

Beberapa komponen dalam buah dan sayur bermanfaat untuk menjaga lingkungan dalam darah agar tidak mudah rusak. Selain itu buah dan sayur berguna untuk mencegah perdarahan hebat akibat terjadinya serangan infeksi maupun aktivitas obat sintetis yang dipergunakan dalam jangka panjang. Seperti diketahui, penggunaan antibiotik dalam jangka panjang dapat merusak ‘suasana baik’ dalam usus sehingga tubuh dapat kekurangan vitamin K. Antibiotik yang masuk ke dalam usus dapat membunuh bakteri baik dalam lingkungan flora usus dan akhirnya dapat menyebabkan tubuh kekurangan vitamin K. Efek selanjutnya adalah tubuh akan kekurangan atau memiliki trombosit yang abnormal (trombositopenia).

Selain itu apabila jumlah personel trombosit cenderung di bawah yang dibutuhkan, maka ketika terjadi sabotase aktivitas produksi prostaglandin di KOKS oleh obat pereda demam dari golongan yang mirip asam asetil salisilat (aspirin), parasetamol, dan sebagainya, kehancuran bataliyon trombosit akan semakin sulit dielakkan. Oleh karena itu suplai nutrisi dari buah dan sayur sangat berguna mencegah porak-porandanya bataliyon pasukan trombosit karena kondisi yang merugikan, sehingga trombositopenia bisa dihindari. Disamping itu buah dan sayur mengandung serat yang berperan dalam membuat ‘suasana nyaman’ bagi flora usus dan fungsi pencernaan. Gangguan pada saluran cerna pada anak-anak dapat menjadi pemicu mual dan muntah pada saat batuk, kelainan kulit, sehingga kulit timbul bercak merah seperti bekas digigit nyamuk.

Di antara komponen buah dan sayur yang berfungsi untuk melancarkan produksi trombosit adalah Vitamin K. Apabila tubuh kekurangan vitamin K maka akan menyebabkan kesulitan dalam proses pembekuan darah. Vitamin K atau vitamin anti perdarahan merupakan elemen terpenting dari enzim karboksilase yang dengan melalui beberapa reaksi kimiawi akhirnya mampu mengikat ion kalsium untuk proses pembekuan darah. Vitamin K pada sayur mayur terdapat pada daun-daunan, buncis, kacang polong, brokoli dan kol. Semakin hijau warna sayur-mayur maka semakin tinggi kadar vitamin K di dalamnya.

Sementara vitamin C dalam buah dan sayur diperlukan juga sebagai ko-faktor yang mengandung mineral Cu (Tembaga) yang membentuk neurotransmitter yaitu pengantar rangsangan saraf dan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi. Selain itu vitamin C berperan dalam menjaga keutuhan pembuluh darah hingga kapiler. Sayur dan buah yang berwarna hijau tua, kuning dan oranye, seperti cabe, tomat, paprika, kurma, jambu biji, jeruk, mangga, nanas, pisang, papaya dan sebagainya banyak mengandung vitamin C. Sedangkan Vitamin A yang terdapat dalam buah dan sayur bersifat meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh. Hal ini diperkuat dengan peran beta karoten bersama vitamin C dan E sebagai antioksidan akan berpengaruh juga terhadap pencegahan kanker.

Sayuran seperti bayam, daun pepaya, selada dan sebagainya mengandung cukup banyak kalsium yang berguna dalam membantu pembentukan trombosit. Komposisi dalam buah dan sayur yang berguna bagi tubuh akan bekerja saling melengkapi. Apabila perdarahan dapat dicegah melalui aktivitas vitamin C dalam tubuh akhirnya akan mencegah pengorbanan yang berlebihan dari pasukan trombosit untuk mencegah kebocoran akibat rusaknya pembuluh darah. Oleh karena itu konsumsi buah dan sayur membuahkan manfaat yang kompleks bagi sistem pertahanan tubuh dimana akhirnya akan menyebabkan jumlah trombosit menjadi subur.






Kekuatan Cinta Pengaruhi Kesehatan Fisik

Sudah berapa lama Anda menjalin hubungan dengan kekasih? Bagaimana kualitas hubungan yang terbentuk, apakah memiliki kepastian atau masih mencari kepastian untuk bisa berbagi hidup bersama?

Menurut penelitian yang dilakukan oleh American Psychological Association, pasangan yang tidak yakin dengan kualitas hubungan yang dibentuk, lebih rentan mengalami gangguan jantung dibanding pasangan yang memilih yakin untuk berbagi hidup bersama.

Bagaimana studi ini dilakukan? American Psychological Association melakukan survei dengan melibatkan responden yang berusia 18-60 tahun. Mereka kemudian diminta untuk bercerita mengenai hubungan yang tercipta bersama pasangannya. Seberapa yakin mereka terhadap interaksi hubungan yang terjalin. Setelah itu mereka diamati pola hidupnya untuk melihat status kesehatan yang dimiliki.

“Ternyata pasangan yang tidak yakin dengan hubungannya memiliki kualitas kesehatan yang tidak baik. Mereka lebih sering mengalami tekanan darah tinggi, radang usus, rasa nyeri seluruh tubuh. Bahkan banyak juga yang mengalami gangguan jantung dan stroke,” papar Lachlan A.McWilliams, psikolog klinis yang juga asisten profesor di Acadia University, Kanada. Williams yang juga terlibat langsung dalam penelitian itu menyebutkan Journal Health Psychology sudah memuat hasil penelitiannya.

Ketertarikan Williams untuk meneliti kualitas hubungan dengan kesehatan fisik sebenarnya diawali ketika ada penelitian terdahulu yang menjabarkan, kenyamanan seseorang dalam menjalin hubungan dengan pasangannya memiliki keterkaitan pada seberapa sering responden mengalami sakit kepala.

Williams pun kemudian penasaran bagaimana kualitas hubungan mempengaruhi kondisi fisik seseorang secara menyeluruh. “Saya dan tim pun kaget ketika membaca hasil penelitian, bahwa kualitas hubungan juga mempengaruhi kinerja sistem kardiovaskuler kita.”

Dalam penelitian ini, responden dibagi menjadi pasangan yang yakin pada keseriusan hubungan yang tercipta dan merasa tidak yakin. Yang dimaksud dengan yakin pada keseriusan hubungan adalah merasa nyaman dengan pasangan dan semakin membawa hubungan pada tingkat keseriusan yang lebih baik.

Sedangkan perasaan tidak yakin pada hubungan hanya menciptakan lingkaran ketergantungan satu dengan yang lainnya dan tidak memiliki keberanian untuk mengikatkan diri pada komitmen yang lebih serius. Responden juga diminta untuk bercerita riwayat rasa nyeri yang mereka rasakan mulai dari sakit kepala, nyeri dada dan punggung, sampai apakah pernah mengalami serangan jantung atau stroke.

Perasaan tidak yakin atau tidak nyaman pada hubungan yang tercipta menurut McWilliams bukan berarti pasanga tak saling mencintai, hanya saja mereka tidak mengerti bagaimana cara untuk mengoptimalkan kualitas hubungan yang tercipta. Situasi ini yang kemudian menjadi faktor munculnya sekumpulan gejala psikosomatik yang pada akhirnya mempengaruhi status kesehatan.

“Dan jika diamati gaya hidupnya, responden yang tidak yakin pada hubungannya akan melarikan diri pada gaya hidup tak sehat seperti merokok serta minum alkohol. Tujuannya hanya satu, untuk mengalihkan perasaan tidak yakin dengan menciptakan kebiasaan baru.”

Lalu apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi situasi seperti ini? McWilliams menyarankan pasangan untuk mengikuti konseling dengan begitu bisa saling terbuka membicarakan apa yang manjadi tujuan dari hubungan yang sedang dijalin. 




 
 
 
 

Kekuatan Cinta Pengaruhi Kesehatan Fisik

Sudah berapa lama Anda menjalin hubungan dengan kekasih? Bagaimana kualitas hubungan yang terbentuk, apakah memiliki kepastian atau masih mencari kepastian untuk bisa berbagi hidup bersama?

Menurut penelitian yang dilakukan oleh American Psychological Association, pasangan yang tidak yakin dengan kualitas hubungan yang dibentuk, lebih rentan mengalami gangguan jantung dibanding pasangan yang memilih yakin untuk berbagi hidup bersama.

Bagaimana studi ini dilakukan? American Psychological Association melakukan survei dengan melibatkan responden yang berusia 18-60 tahun. Mereka kemudian diminta untuk bercerita mengenai hubungan yang tercipta bersama pasangannya. Seberapa yakin mereka terhadap interaksi hubungan yang terjalin. Setelah itu mereka diamati pola hidupnya untuk melihat status kesehatan yang dimiliki.

“Ternyata pasangan yang tidak yakin dengan hubungannya memiliki kualitas kesehatan yang tidak baik. Mereka lebih sering mengalami tekanan darah tinggi, radang usus, rasa nyeri seluruh tubuh. Bahkan banyak juga yang mengalami gangguan jantung dan stroke,” papar Lachlan A.McWilliams, psikolog klinis yang juga asisten profesor di Acadia University, Kanada. Williams yang juga terlibat langsung dalam penelitian itu menyebutkan Journal Health Psychology sudah memuat hasil penelitiannya.

Ketertarikan Williams untuk meneliti kualitas hubungan dengan kesehatan fisik sebenarnya diawali ketika ada penelitian terdahulu yang menjabarkan, kenyamanan seseorang dalam menjalin hubungan dengan pasangannya memiliki keterkaitan pada seberapa sering responden mengalami sakit kepala.

Williams pun kemudian penasaran bagaimana kualitas hubungan mempengaruhi kondisi fisik seseorang secara menyeluruh. “Saya dan tim pun kaget ketika membaca hasil penelitian, bahwa kualitas hubungan juga mempengaruhi kinerja sistem kardiovaskuler kita.”

Dalam penelitian ini, responden dibagi menjadi pasangan yang yakin pada keseriusan hubungan yang tercipta dan merasa tidak yakin. Yang dimaksud dengan yakin pada keseriusan hubungan adalah merasa nyaman dengan pasangan dan semakin membawa hubungan pada tingkat keseriusan yang lebih baik.

Sedangkan perasaan tidak yakin pada hubungan hanya menciptakan lingkaran ketergantungan satu dengan yang lainnya dan tidak memiliki keberanian untuk mengikatkan diri pada komitmen yang lebih serius. Responden juga diminta untuk bercerita riwayat rasa nyeri yang mereka rasakan mulai dari sakit kepala, nyeri dada dan punggung, sampai apakah pernah mengalami serangan jantung atau stroke.

Perasaan tidak yakin atau tidak nyaman pada hubungan yang tercipta menurut McWilliams bukan berarti pasanga tak saling mencintai, hanya saja mereka tidak mengerti bagaimana cara untuk mengoptimalkan kualitas hubungan yang tercipta. Situasi ini yang kemudian menjadi faktor munculnya sekumpulan gejala psikosomatik yang pada akhirnya mempengaruhi status kesehatan.

“Dan jika diamati gaya hidupnya, responden yang tidak yakin pada hubungannya akan melarikan diri pada gaya hidup tak sehat seperti merokok serta minum alkohol. Tujuannya hanya satu, untuk mengalihkan perasaan tidak yakin dengan menciptakan kebiasaan baru.”

Lalu apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi situasi seperti ini? McWilliams menyarankan pasangan untuk mengikuti konseling dengan begitu bisa saling terbuka membicarakan apa yang manjadi tujuan dari hubungan yang sedang dijalin. 




 
 
 
 

Keunggulan Susu Keledai Dibanding Susu Kedelai

 
Binatang keledai sering dianggap hewan dungu, sementara tanaman kedelai selalu digadang-gadang sebagai salah satu sumber nutrisi terbaik. Tapi dalam beberapa hal, susu yang dihasilkan hewan dungu ini bisa mengungguli susu yang dibuat dari kedelai.

Susu yang dihasilkan oleh keledai betina sebenarnya pernah populer di masa lalu, bahkan sudah dikenal sejak peradaban Mesir Kuno. Konon, Ratu Cleopatra yang terkenal cantik selalu menjaga kesehatannya dengan minum susu keledai dan menggunakannya untuk mandi.

Tak heran jika Cleopatra tetap langsing hingga akhir hayatnya, sebab penelitian membuktikan bahwa susu kedelai memang tidak menyebabkan gemuk. Berbeda dengan susu sapi yang sering memicu kegemukan, kandungan kalori dalam susu keledai relatif lebih rendah.

Sebuah penelitian yang dipersentasikan dalam International Congress on Obesity di Istambul, Turki juga mengungkap susu keledai banyak mengandung omega-3. Dikutip dari Dailymail, senyawa tersebut bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung.

Sama seperti susu keledai, susu yang dibuat dari biji kedelai juga memiliki berbagai kelebihan dibanding susu sapi. Keduanya sama-sama lebih aman dari risiko sakit jantung karena lemaknya sedikit, tidak memicu kegemukan serta alergi karena rendah laktosa.

Sementara jika keduanya dibandingkan, susu keledai memiliki beberapa kelebihan yang tidak dimiliki oleh susu dari biji kedelai. Salah satunya susu keledai tidak mengandung fitoesterogen, yakni senyawa mirip esterogen yang ada pada biji kedelai.

Pada manusia, esterogen yang sebenarnya adalah hormon wanita akan mengurangi kualitas sperma yang dihasilkan oleh pria. Akibatnya seperti yang ditulis Jorge Chacarro, MD dalam jurnal Human Reproduction tahun 2008, tingkat kesuburan pria bisa berkurang.

Dampak lain dari fitoesterogen pada susu kedelai adalah memicu ginekomastia atau pembesaran payudara pada pria. Gejala-gejala seksual sekunder yang seharusnya terjadi pada wanita juga bisa muncul pada pria, misalnya kumis dan jenggot tidak mau tumbuh.

Kekurangan susu keledai hanya tidak tersedia dalam jumlah banyak karena binatang tersebut hanya menghasilkan susu rata-rata 1 liter/hari. Sementara susu kedelai bisa diproduksi dalam jumlah berapapun karena banyak yang membudidayakan tanaman tersebut.


Sumber : Detikhealth.com