Senin, 20 Juni 2011

Saat Terbaik Untuk Operasi Sectio Cesar Bagi Ibu Hamil

Lebih dari separuh kelahiran cesar berdasarkan permintaan pasien dan lebih dari sepertiganya dilakukan terlalu dini ketika bayi sebenarnya belum siap dilahirkan. Tindakan ini bukan tanpa risiko. Bayi bisa mengalami masalah dalam pernapasan dan potensi gangguan-gangguan lain.
Hasil studi yang dilakukan di Amerika Serikat, melibatkan 13.258 kelahiran menyatakan hal tersebut. Risiko komplikasi meningkat jika cesar dilakukan di minggu 37, meski bayi diklasifikasikan sudah dalam kondisi full term. Namun menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), cesar yang paling aman dilakukan di minggu ke-39. Lebih cepat seminggu, di minggu ke-38, komplikasi masih 50% lebih tinggi. Laporan penelitian ini dimuat dalam New England Journal of Medicine.
"Bahkan meski kelahiran melalui cesar dilakukan hanya 3 hari sebelum minggu ke-39, masih ada kemungkinan hal-hal yang tidak diinginkan," kata Dr. Alan Tita, pemimpin studi dari University of Alabama.
Meskipun ACOG sudah mengeluarkan guideline, 36% bayi Amerika dilahirkan terlalu dini. Studi dilakukan di 19 rumah sakit pendidikan di mana dokter selalu mengacu pada guideline nasional. Diperkirakan angka sebenarnya jauh lebih tinggi jika melibatkan rumah sakit swasta. Sayangnya penelitian tidak bisa mengetahui apakah operasi cesar dilakukan setelah dokter melakukan amniosentisis untuk memastikan bahwa paru-paru fetus sudah matang.
Mengapa para ibu di Amerika memilih melahirkan bayinya di minggu ke-37? Mengacu pada ilmu kedokteran, 37 minggu adalah usia kehamilan yang sudah matang. Olehkarena itu, ibu-ibu hamil yang sudah lelah dengan kehamilannya memilih melakukan cesar. Dokter pun biasanya tak bisa menolak. Jadwal dokter yang kelewat padat pun, kata Dr. Michael Greene dari Massachusetts General Hospital, menjadi salah satu faktor. Karena dokter memiliki banyak pasien dan jam terbang tinggi, sehingga dikhawatirkan tidak bisa membantu saat kelahiran, maka banyak cesar yang dijadwalkan sebelum minggu ke-39. Studi ini juga menyarankan agar dokter pun tidak menunggu terlalu lama. Komplikasi kembali meningkat jika lewat 41 minggu. Kondisi serupa namapknya mulai terjadi di Indonesia.

Bukan begitu?





Tidak ada komentar:

Posting Komentar